• This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

Rabu, 11 Mei 2016

Lebak pakis aji jepara jawa tengah


Lebak Pakis Aji Jepara Jawa Tengah 




secara Geografis Desa Lebak Berada  Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Guyangan dan Suwawal Timur, sebelah Timur berbatasan dengan Desa Tanjung dan Plajan, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kecapi dan Bringin, sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bulungan.daerah lebak memiliki luas daerah sekitar kurang lebih Luas 9.059,98 Ha dan memiliki penduduk berJumlah kurang lebih 12.039 jiwa (2011)


Desa Lebak terdiri dari beberapa Dukuh yang cukup banyak yang menyebar luas di daerah tersebut, yaitu:

  1. Dukuh Krajan
  2. Dukuh Kauman
  3. Dukuh Siti Rejo
  4. Dukuh Selulang
  5. Dukuh Tanjung Sari
  6. Dukuh Ngancar
  7. Dukuh Sepayung
  8. Dukuh Punden
  9. Dukuh Nongkobowo
  10. Dukuh Pasar
  11. Dukuh Gayam
  12. Dukuh Gagel
  13. Dukuh Sonyo
  14. Dukuh Sebawuk
  15. Dukuh Blimbing
  16. Dukuh Suru
  17. Dukuh Kepoh
  18. Dukuh Semangeng
  19. Dukuh campboja
  20. Dukuh Gabang
  21. Dukuh Nganjir
  22. Dukuh Manggis Indah
  23. Dukuh Klentengan

Desa Lebak terdiri dari 6 RW, dan 30 RT, yaitu:


  • RW 01 = RT 1 sampai RT 7
  • RW 02 = RT 1 sampai RT 5
  • RW 03 = RT 1 sampai RT 5
  • RW 04 = RT 1 sampai RT 4
  • RW 05 = RT 1 sampai RT 5
  • RW 06 = RT 1 sampai RT 4


Struktur pemdes lebak periode 2013-2018 yang sekarang ini berjalan pada tahun 2016:

Petinggi = MOH. SODIQ, S.Sos.I
Sekretaris (Carik) = ABDI MANAF
Bendahara = IMROHATUN
Tata Usaha = RETNO AMBARWATI
Modin = TARMO
Ladu = SUKAHAR
Ladu = HADI WAJI
Bayan = AHMAD YAZID
Kamituwo 1 =
Kamituwo 2 =
Kamituwo 3 =
Kamituwo 4 =
Ketua BUMDes = -
Komandan Hansip (Petengan) = -
Event yang sering dilaksanakan setiap tahun dan tak ketinggalan juga peran serta masyarakat yang sangat antusias menyambut dan melaksanakan acara tesebut, beberapa diantaranya ialah:

Pawai Obor
Yaitu tradisi dalam menyambut bulan ramadhan, Pawai Obor ini dilakukan pada satu hari sebelum bulan ramadhan. acara ini diramaikan dengan warga yang membawa obor dari usia anak-anak hingga dewasa dan membawa tumpeng serta hasil bumi juga dengan melantunkan shalawat dan lagu religi. setelah mengelilingi desa, diadakan istighosah di Masjid Desa Lebak (Baitur Rohman)

Sedekah Bumi/ managana
Sedekah Bumi /Manganan merupakan tradisi yang dilakukan sebagai rasa syukur kepada yang maha kuasa atas segala limpahan nikmat dan rizki yang telah diberikan.




Sarana Pendidikan yang berada di daerah Desa Lebak ialah:
Pendidikan Pra Sekolah

  1. PAUD
  2. TK / RA
  3. TK Kartini
  4. TK Tunas Harapan
  5. RA Matholibul Ulum 1
  6. RA Matholibul Ulum 2

Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
Sekolah Dasar

  1. SD Negeri 1 Lebak
  2. SD Negeri 2 Lebak
  3. SD Negeri 3 Lebak
  4. SD Negeri 4 Lebak
  5. SD Negeri 5 Lebak
  6. SD Negeri 6 Lebak
  7. SD Negeri 7 Lebak

Madrasah Ibdtidaiyah

  1. MI Matholibul Ulum Lebak 1
  2. MI Matholibul Ulum Lebak 2

Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah[sunting | sunting sumber]

  1. SMP Negeri 1 Pakis Aji
  2. MTs. Matholibul Ulum

Sekolah Menengah Umum/Madrasah Aliyah[sunting | sunting sumber]

  1. SMK Islam Al Hakim Al Fitroh
  2. MA Matholibul Ulum

Organisasi yang tahun 2016 baru diperbarui yaitu Karang taruna dari semua anggota dan masih semangat-semangatnya menjalankan organisasi karna semua anggotanya rata-rata masih banyak yang belum menikah dan masih masih menempuh pendidikan kuliah

potensi goa sakti plajan jepara


Potensi Goa Sakti Plajan Jepara






















Goa Sakti adalah gua yang terdapat di Desa Plajan. Koordinat  6,1268°LS 110,4°BTKoordinat: 6,1268°LS 110,4°BT. Goa Sakti terletak di daerah administratif kabupaten Jepara. Tepatnya di desa Plajan, Pakis Aji, Jepara, Kecamatan Pakis Aji. Sekitar 11 kilometer dari pusat kota Jepara. Akses
Jalan menuju lokasi goa cukup mudah. Anda dapat membawa kendaraan roda dua atau roda empat jika ingin pergi ke Goa Sakti. Keadaan jalanannya masih baik sehingga dapat menambah kenyamanan dalam berkendara.

Goa Sakti ini di sebabkan oleh aktivitas alami pada tanah yang kemudian membentuk sebuah lubang besar. Terdapat pula cerita mengenai Mbah Langkir yang bertapa di daerah tersebut sampai akhir hayatnya dan membentuk sebuah lubang besar. Goa ini juga diberi julukan Guo Lowo (Goa Kelelawar) karena pernah menjadi sarang kelelawar dalam periode waktu yang cukup lama.

Sejarahyang beredar di kalanagan masyarakat setempat ialah Goa yang terjadi secara alami ini, sampai pada saat sekarang belum ada yang mampu memprediksi sejak kapankah terjadinya lubang itu, hanya dalam legenda yang menjadi cerita rakyat bahwa lubang tersebut adalah tempat Mbah Langkir bertapa sampai akhir hayatnya (Moksa) hilang jiwa dan raganya। Maka lubang tersebut diberinama Goa Langkir. Seiring berjalannya waktu Goa itu juga pernah jadi tempat bersarangnya kelelawar (Lowo) dengan jangka waktu yang cukup lama maka para pendatang kemudian memberi julukan Guo Lowo (Goa Kelelawar), dan juga pernah dihuni oleh sekelompok Burung Dadali namun waktunya relatif singkat. Kenapa sekarang dinamakan Goa Sakti, 

Singkat cerita pada kala itu ada seorang seniman yang bernama Mbah Kartawi dia adalah salah satu seniman Emprak Dan Reog Barongan Desa Plajan yang pada masanya sangatlah tersohor, konon setiap kali mau ada pentas dia selalu membawa barongannya ke Goa untuk disemedikan selama berhari-hari di dalam Goa tersebut, karena dengan disemedikannya barongan tersebut akan dapat menambah energi mistis bagi barongan itu sendiri dlm setiap kali pertunjukannya dan seolah-olah dapat membius para penonton hingga terbuai dalam pementasan barongan yang di adakan oleh Mbah Kartawi. Dulu juga banyak orang-orang yang datang ke Goa tersebut guna melakukan ritual (Ziarah) pada saat mereka berziarah itu mereka melihat keanehan-keanehan yang terjadi di sekitar Goa, namun sekarang tidak lagi di gunakan sebagai mistis atau ziarah tapi sekarang dijadikan sebagai tempat wisata bersama keluarga inilah mengapa julukan-julukan atau nama-nama yang terdahulu tidak lagi dipakai dan diganti dengan nama Goa Sakti.

ada beberapa Wahana yang dapat kita nikmati ,yaitu:

  • Goa Sakti
  • Taman Jamur
  • Wahana Air Kedung Winong







Panorama Alam
Jika anda berkunjung ke Goa Sakti anda akan mendapat suguhan pemandangan yang dapat menentramkan hati. Alam yang belum dijamah membuat daerah sekitar tempat tersebut masih asri dan sejuk. Anda juga dapat menemukan tetesan air di dalam gua Sakti tersebut. Selain itu di sekitar tempat goa berada ada beberapa gazebo yang dapat digunakan oleh wisatawan untuk bersantai. Selain menikmati pemandangan, anda juga dapat melakukan foto selfie berlatar belakang gua yang unik tersebut. Atau jika anda berani, anda dapat memasuki dan menelusuri goa Sakti memang tidak begitu dalam tapi cukup membuat adrenali terpacu.

potensi gong perdamaian dunia plajan jepara

Potensi gong Perdamaian Dunia Plajan Jepara





Gong Perdamaian berada di daerah plajan Kabupaten Jepara Jawa Tengah ,Koordinat 6,1268°LS 110,4°BTKoordinat: 6,1268°LS 110,4°BT,
Desa Plajan dipilih sebagai tempat Situs Perdamaian Dunia diungkapkan Presiden Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani. Dia menyatakan, induk peradaban dunia berasal dari Bangsa Lemuria yang diyakini hidup di kawasan Gunung Muria, masuk wilayah Provinsi Jawa Tengah. Menurut Djuyoto, 60.000 tahun sebelum Masehi, bumi masih berupa satu daratan. Waktu itu, ada satu bangsa dengan peradaban besar, yakni Lemuria yang diyakini hidup di kawasan Gunung Muria, masuk wilayah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Namun setelah itu, kata Djuyoto, muncul zaman es. Sekitar 40.000 sebelum Masehi saat zaman es Plestosen berakhir, gletser-gletser di kutub mencair, dan lelehan air pun menyebar ke daratan yang lebih rendah. Setelah itu, kawasan yang semula satu daratan terpecahpecah, ada yang berubah menjadi pulau-pulau, laut, dan gunung. Bangsa Lemuria pun terpencar- pencar. Namun dari proses itu, munculah berbagai suku bangsa di dunia berikut peradabannya, seperti Peradaban Atlantis, Dravida, Maya, Aztek, Inca, Babilon, India, China, Mesir, Yunani, Romawi, Persia, Normandia, Viking dan lain sebagainya. Meski terpencar-pencar, namun keturunan Bangsa Lemuria itu meninggalkan jejak di tempat barunya. Salah satunya yakni adanya nama Muria di berbagai tempat di dunia.






Mulai dari Rajastan India, Agrego Yunani, New York USA, Jeniro Brazil, Mali Afrika dan lain sebagainya. Di kawasan Timur Tengah, persisnya antara Jerussalem- Palestina/Israel juga ada Bukit Moriah (Muria). “Ada banyak penelitian yang mendukung teori ini,” kata Doktor Filsafat Universitas Hebrew Jerussalem, Israel ini. Terkait adanya perbedaan struktur wajah, fisik, warna kulit, bentuk rambut dan lain sebagainya, menurut Djuyoto hal itu dipengaruhi oleh kondisi cuaca, makanan dan faktor-faktor alam lainnya. Berdasar keyakinan induk peradaban manusia berasal dari Bangsa Lemuria, maka Djuyoto pun berinisiatif mencanangkan Jawa Tengah sebagai provinsi perdamaian. Selain alasan tersebut, juga lantaran adanya keyakinan jika Jawa Tengah yang posisinya berada di tengah Pulau Jawa, merupakan paku-nya nusantara. Atau dengan kata lain, kondisi yang terjadi di Jawa Tengah merupakan cermin dari situasi Indonesia. Proses pencanangan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo di Jepara pada akhir April ini.

Setelah Jawa Tengah tepatnya Desa Plajan dicanangkan sebagai "Pusat Peradaban Dunia", Maka munculah ide membuat sebuah icon perdamaian dunia dengan bentuk gong. Karena di Desa Plajan[3] terdapat Gong Keramat yang sudah berumur lebih dari 450 tahun, Gong tersebut merupakan metode dakwah milik seorang wali yang menyebarkan Islam di Jepara tepatnya di Plajan dan sekitarnya. sehingga jadilah Gong Perdamaian Dunia alias World Peace Gong. Gong yang telah di ciptakan di Plajan ada beberapa jenis yaitu: Gong Perdamaian Nusantara, Gong Perdamaian Asia-Afrika, Gong Perdamaian Dunia.

beberapa Koleksi atau benda-benda peninggalan zaman dahulu yang berada di area gong Perdamaian Dunia, yaitu:


  1. Gong Perdamaian Dunia
  2. Gong Perdamaian Asia-Afrika
  3. Gong Perdamaian Nusantara
  4. Tanah 202 Negara
  5. Air 99 Negara
  6. Sumur Perdamaian
  7. Kendi Pancasila
  8. Situs Pusat Bumi Plajan
  9. Bendera Negara di Dunia
  10. Rumah Ibadah













ada beberapa rencana yang sudah dipersiapkan guna mengembangkan potensi wisata Gong Perdamaian Dunia, Pemdes Plajan dan Pemkab Jepara serta warga berupaya tidak hanya tanah ataupun air saja yang dari berbagai negara didunia, tetapi:

Waroeng Dunia
yang menjual berbagai menu makanan dari negara yang sudah terdapat Gong Perdamaian Dunia yang setiap negara di wakili dengan satu menu

World Safari Zoo
Kepala Desa Plajan bekerjasama dengan Pemkab Jepara untuk mendirikan taman safari atau minimal bernama Mini Plajan Zoo. Plajan Zoo yang terdapat berbagai binatang khas dari negara yang sudah terdapat Gong Perdamaian Dunia yang setiap negara di wakili dengan satu binatang khas negara tersebut yang paling populer, Sehingga pengunjung bisa melihat binatang dari negara luar negeri tanpa keluar negeri. Tapi apabila Pemkab Jepara dan pihak terkait termasuk negara yang ada gong perdamaian tidak mau membantu, maka Pemdes Plajan membangun taman dengan patung-patung berbentuk binatang khas dari negara yang sudah terdapat Gong Perdamaian Dunia. Misalnya membangun patung Panda, alasannya di China sudah terdapat Gong Perdamaian Dunia, dan hewan khas China adalah panda, maka dibangunlah patung Panda. Selain untuk meningkatkan wisatawan datang ke Plajan, juga menjadikan Plajan menjadi wisata edukasi anak-anak terutama dalam mengenal binatang.

potensi akar seribu plajan jepara

Potensi Akar Seribu Plajan Jepara 





Plajan adalah desa di kecamatan Pakis Aji, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Plajan berada disebelah timur ibu kota kabupaten yang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Pakis Aji dengan jarak tempuh ke ibu Kota Kecamatan kurang lebih 5 KM dan ke Ibu Kota Kabupaten kurang lebih 22 KM dapat ditempuh dengan kendaraan + 30 menit. letak pusat pemerintah desa berada pada 06.58315 LS dan 110.78576 BT (diukur dengan alat JPS pada tanggal 25 Juli 2009).

Awal mula di juluki akar seribu ialah karana adanya pohon yang besar dan tinggi menjulang ke atas ini dulu berawal dari sebuah pohon karet yang sangat besar, dan memiliki lebih dari seribu akar. wana akar seribu terletak di desa plajan petir Rt25 Rw4 pakis aji Jepara. Pohon karet tersebu ditanam pada awal tahun 1931 oleh almarhum bapak sumani dikala umur 16 tahun. tujuan penanaman pohon karet tersebut adalah untuk menghindari tanah longsor, penghijauan lingkungan, dan penanggulangan erosi banjir, serta untuk menghidupkan sumber mata air di daerah tersebut.







seiring dengan perkembangan zaman tujuan tersebut bertambah, yaitu dijadikan obyek wisata yang sering kita kenal wana akar seribu. yang diharapkan memberikan suasana baru bagi pengunjung, yang akan menikmati lingkungan yang masih alami, sunyi indah, dan yaman.

sekedar menambah wawasan anada tentang daerah Akar Seribu Plajan Jepara apabila anda berkunjung.
Secara topografi, Desa Plajan dapat dibagi dalam dua wilayah, yaitu daratan rendah dan perbukitan. Wilayah terendah RT. 43, RW. II dan daerah tertinggi adalah di wilayah RT. 39, RW. VI yang merupakan perbukitan. Desa Plajan memilki variasi ketinggian antara 300 m sampai dengan 500 m dari permukaan laut. Suhu udara 17-25°C dengan curah hujan berkisar 4-25 mm.

Kependudukan
Berdasarkan data Adminitrasi, desa Plajan terdiri dari 3.358 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk :

Laki-laki : 3.709 jiwa
Perempuan : 3.730 jiwa
Jumlah : 7.439 jiwa
Administratif[sunting | sunting sumber]
Secara adminitratif Desa Plajan terdiri dari 43 RT dan 7 RW, meliputi 24 dukuh.